18 views

Soal Pergantian

“MBAK, nyambut malam pergantian tahun kok nyantai-nyantai aja sih? Nggak buat sesuatu yang gimana gitu! Kayak orang-orang!” kata Gilang, petang tadi.

“Ya biasa-biasa ajalah, dek! Namanya pergantian tahun itu kan sesuatu yang pasti terjadi di penghujung bulan Desember! Nggak ada alasan bagi mbak buat ngelakuin sesuatu yang heboh untuk nyambut tahun baru! Karena setiap hari, sesungguhnya, proses pergantian itu selalu kita lakoni!” sahut Dinda dengan entengnya.

“Jadi nyambut pergantian tahun itu nggak perlu ya, mbak?!”

“Tergantung pada masing-masing individunya, dek! Bagi yang memahami bila yang namanya pergantian adalah hal yang biasa-biasa aja, paling berdoa agar di tahun baru bisa lebih bermakna kehadirannya bagi sesama! Tapi bagi yang menganggap pergantian tahun adalah sesuatu yang sakral, dan oleh karenanya mesti dirayakan, ya nggak salah juga!”

“Yang mbak bilang kalo proses pergantian itu sebenernya selalu kita lakoni itu apa maksudnya?!” tanya Gilang.

“Ya emang gitu, dek! Coba aja, kita bangun tidur pada pagi hari! Beraktivitas mulai siang sampai sore hari! Malemnya kita istirahat! Pergantian suasana alam keseharian itu kan disadari atau tidak telah membawa kita pada siklus kehidupan, dek! Itu yang sederhana aja! Belum lagi untuk pribadi kita! Dari bayi, batita, balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga menjadi tua! Itu semua kan perjalanan pergantian yang dilakoni semua anak manusia! Jadi sebenernya, pergantian itu -dalam konteks apapun- bukan sesuatu yang aneh! Bukan sesuatu yang harus disikapi dengan berlebihan!” tutur Dinda.

“Tapi lazimnya kan saat pergantian tahun pasti dirayakan oleh berbagai kalangan, mbak?! Kok mbak nggak tertarik buat ikut juga, kenapa?!”

“Ya semua kembali ke individu masing-masing, dek! Kita nggak boleh dengan pikiran sendiri menilai yang merayakan pergantian tahun itu salah atau benar! Karena masing-masing kita punya hak untuk memaknai suatu pergantian itu! Pun ketika terjadi pergantian dari siang ke malam, kalo kita kan harus pulang ke rumah! Bagi yang tidak pulang ke rumahnya, ya nggak apa-apa! Wong memang dalam hal pergantian itu terserah dengan hati kita saja! Tergantung pada kebiasaan kita aja!”

“Kalo pergantian hal yang biasa-biasa aja, lalu apa yang bisa kita maknai, mbak?!”

“Semestinya pergantian yang rutin kita lakoni itu harus dimaknai dengan penguatan-penguatan semangat kebatinan, dek! Memantapkan tekad dan visi kehidupan kita! Sederhananya, dalam memaknai setiap pergantian yang terjadi, hendaknya kita harus terus menggelorakan: menjaga mimpi kita, dek!”

“Maksudnya gimana, mbak?!” sela Gilang.

“Kita semua kan punya mimpi dalam kehidupan ini! Jaga terus mimpi itu dengan semangat tinggi, dengan visi yang terukur dan terarah! Karena mimpi itu mungkin akan terwujud suatu hari nanti! Jangan sampai padam mimpi itu, dek! Sebab, dengan adanya mimpi itulah kita akan terus tergetar untuk meraih sesuatu yang bermakna dalam kehidupan yang selalu dihiasi dengan pergantian ini!” ucap Dinda.

“Kok mimpi itu yang harus terus digetarkan setiap melakoni pergantian, mbak?!”

“Adek perlu catet ya, hal besar dalam dunia ini bukanlah dimana kita berada, melainkan ke arah mana kita bergerak! Jadi, kita dapat mengejar impian kita dimanapun kita berada hari ini, esok atau lusa! Dan yang pasti, apa yang terjadi pada masa lalu tidak sepenting apa yang tersedia di masa depan! Karena itu, selayaknya kita menyadari bila yang namanya pergantian itu bukan sesuatu yang aneh! Bukan sesuatu yang luar biasa! Ia akan bermakna manakala kita mampu mengemasnya dalam batin sebagai penguatan untuk terus menjaga mimpi-mimpi kita sebagai anak manusia!” ucap Dinda.

“Tapi mbak tetep senengkan menyambut datangnya tahun baru?!”

“Ya pastilah, dek! Setiap pergantian harus disambut dengan hati nan riang gembira! Dengan optimisme! Dengan penguatan komitmen! Dengan terus menjaga mimpi kita! Dengan begitu, kita tetep menyadari akan kenisbian kita! Sebab, pergantian itu, apapun kisahnya, adalah sunnatullah! Sesuatu yang terus bergulir atas tata aturan Sang Pencipta, Sang Maha Kuasa dari semua penguasa!” ucap Dinda lagi. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *