13 views

Warga Lampura Keluhkan ADD

HARIANFOKUS.com – Terkait program Bakal Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, dalam penggenjotan pembangunan desa harus menjadi bentuk keseriusan dalam membangun desa yang selama ini kurang perhatian. Karena Pembanguanan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa agar lebih baik. Desa akan menopang ekonomi negara. Namun faktanya, di Lampung Utara, masih banyak Dana Desa yang tidak menyentuh pembangunan Desa.

Solihin (67), warga Kelurahan Tanjung Aman, Kota Bumi Selatan, kepada Media Berjaya, mengatakan, meski wilayah tinggalnya adalah keluarahan, namun terdapat 9 Desa lainnya, yang ada diwilayah pinggiran, dan masih di kampung kampung.

“Kota Bumi Selatan itu ada 9 Desa, dengan Lima Kelurahan. Masyarakat yang dikelurahan umumnya berniaga, buruh, swasta dan pegawai. Tapi yang di Sembilan Desa, itu petani perkebunan, Sawit, Karet, yang panen satu tahun sekali,” katanya.

Nah, terkait Dana Desa, kata Dia, terlihat dalam peningkatan anggaran yang digelontorkan pemerintah ke desa tahun 2015 dan tahun 2016 yang peningkatannya cukup drastic di Lampung, hingga tahun 2017, termasuk Lampung Utara. Dana desa (DD) 20.766, Alokasi Dana Desa (ADD) 33.835, dan Bagi Hasil PDRD 2.650 untuk tahun 2015. Sementara itu, Dana Desa (DD) 46.982, Alokasi Dana Desa (ADD) 35.445, serta Bagi Hasil PDRD 2.899 untuk tahun 2016. Presentase peningkatannya mencapai, Dana Desa (DD) 126,24 persen, Alokasi Dana Desa (ADD) 4,79 persen, sedangkan bagi hasil PDRD 9,39 persen. Total keseluruhan kenaikan dana dikucurkan pemerintah senilai 49,06 persen.

Tahun 2015 Provinsi Lampung jumlah desa 2,435 dengan anggaran dana desa (DD) sebesar Rp684.727.653. Kemudian dalan alokasi desa (DAK) Rp946.601.739, serta dana Bagi Hasil (DBH) mencapai angka Rp29.172.214. Jika ditotal, dana desa Provinsi Lampung keseluruhan muncul angka Rp1.660.501.607. Dana desa Provinsi Lampung senilai Rp1.660.501.607, dengan jumlah desa 2.435, jika dibagi maka akan mendapatkan kucuran anggaran Rp681.931 per desa.

Tahun 2016 Provinsi Lampung jumlah desa 2.435 dengan anggaran dana desa (DD) sebesar Rp1.536.762.050. Kemudian dalana alokasi desa (DAK) Rp1.021.113.968 serta Dana Bagi Hasil (DBH) mencapai angka Rp29.535.978. Jika ditotal, dana desa Provinsi Lampung keseluruhan muncul angka Rp2.587.411.996. Dana desa Provinsi Lampung senilai Rp2.587.411.996 dengan jumlah desa 2.435, jika dibagi maka akan mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp1.062.592 per desa.

“Tapi kenyataannya, kerabat saya yang didesa desa itu mengeluhkan jalanan yang rusak dan perlu perbaikan exstra. Bahwa banyak jalan di Lampung perlu perbaikan extra, kalau bisa diaspal. Ada jalan kebon karet saja diaspal, masa jalan yang sering dilewati orang banyak gak diaspal,” katanya.

Jadi, kata Solihin, wajar banyak masyarakat mengeluhkan hal tersebut, “Karena anggaran desa ada, tetapi kenapa jalanan masih tak terurus. Jalan merupakan salah satu roda penggerak percepatan ekonomi. Bahkan dana desa telah naik dari tahun 2015 ke 2016, apakah dananya ditelan hantu,” katanya.

Jalan rusak, yang tidak terurus, berlubang sana-sini, akan memperlamban percepatan ekonomi desa. Contoh kecil, jika ada pengiriman barang dari satu daerah ke daerah lain dengan targetan 2 hari sampai. Tetapi, kondisi jalan yang rusak akan menambah waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman barang. Artinya, adanya kekosongan stock untuk beberapa waktu dikarenakan medan jalan yang berat sehingga memakan waktu.

Beriringan dengan peningkatan dana desa yang digelontorkan, semoga desa menjadi lebih maju dalam segi pembanguan infrastruktur dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM). Serta tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh adanya indikasi ketimpangan pembagunan desa (pemerataan pembangunan).

“Tentu hal tersebut akan terlaksana jika ada kerja sama yang baik antar aparatur pemerintah dalam menggelontorkan dana desa, serta antusias masyarakat yang baik. Nah ini juga menjadi PR bagi calon pemimpin Lampung Ke Depan, termasuk pak Arinal-Nunik,” katanya. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *