11 views

Satreskrim Polres Tulang Bawang Kembali Tangkap Pelaku Pemilik Senpi Illegal

HARIANFOKUS.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulang Bawang berhasil menangkap YH (25) yang menguasai dan menyimpan senpi (senjata api) illegal di Kp. Tri Mukti Jaya Kec. Banjar Agung Kab. Tulang Bawang.

Kasat Reskrim AKP Donny Kristian Bara’langi, SIK mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Raswanto Hadiwibowo, SIK, M.Si mengungkapkan, pelaku ditangkap Satreskrim hari Kamis (29/3/2018) sekira pukul 23.40 WIB saat sedang berada di rumahnya.

“YH yang berprofesi buruh merupakan warga Kp. Tri Mukti Jaya Kec. Banjar Agung Kab. Tulang Bawang,” ungkapnya Sabtu (31/3/2018).

Kasat Reskrim Menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku YH berdasarkan pengembangan dari penangkapan terhadap pelaku WI (24) yang terlebih dahulu sudah ditangkap oleh Satreskrim pada hari yang sama.

“Pelaku YH ditangkap berdasarkan pengembangan dari penangkapan terhadap pelaku WI, yang mengatakan bahwa pelaku WI pernah menjual senpi illegal jenis revolver kepada pelaku YH seharga Rp. 1 Juta, berbekal keterangan tersebut anggota satreskrim mencari dimana keberadaan pelaku YH, saat ditemukan pelaku YH sedang berada di rumahnya di Kp. Tri Mukti Jaya Kec. Banjar Agung Kab. Tulang Bawang, pelaku YH mengakui dan menunjukkan tempat dimana dia menyimpan senpi illegal tersebut, kemudian pelaku berikut barang bukti dibawa ke Mapolres Tulang Bawang,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Menerangkan, dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 1 pucuk senpi illegal jenis revolver, 1 buah rantang steinlis, 1 buah plastik berwarna hitam, 1 buah dompet berwarna hitam dan 1 potong kain bekas berwarna kuning.

“Saat ini pelaku YH sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku akan dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang larangan kepemilikan senpi illegal, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.” pungkasnya.(saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *