3 views

Wagub : Dampak Covid-19, Realisasikan BLT

HARIANFOKUS.com- Dalam upaya mengurangi beban perekonomian masyarakat, pada Pandemi covid-19 dan penanganan dampak covid-19, di Kabupaten Mesuji telah merealisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) di 3 desa setempat.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Hj.Chusnunia Chalim di ruang Posko Terpadu Satgas penanganan Covid-19 gedung Balai Keratun Provinsi Lampung Selasa (28/4/2020).

Menurut Wagub Nunik sapaan akrab Chusnunia Chalim, BLT ini diperolah dari 3 desa di Kecamatan Mesuji Timur yakni Desa Tanjung Mas Makmur, Desa Tanjung Menang dan Desa pangkal Mas Mulya dengan total penerimaan sebesar 194 Kepala Keluarga (KK).

Lanjut Nunik, bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan penangan Covid-19 Pemerintah Provinsi Lampung menerima donasi melalui rekening Bank Mandiri cabang Telukbetung dengan nomor rekening : 1140020016989 atas nama Lampung Peduli Covid-19 atau bisa menyerahkan bantuan secara langsung yang disampaikan kepada posko satgas terpadu di Balai Keratun Pemprov Lampung dengan alamat Jalan Wolter Mongonsidi No 69 Telukbetung untuk selabjunya donasi tersebut akan di sampaikan kepada masyarakat yang tedampak Covid-19, tandasnya.

Diketahui, Dinas Kesehatan Lampung menyebut penambahan dua pasien yang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merupakan orang tanpa gejala.

Untuk pasien nomor 43, seorang laki-laki berinisial S, usia 54 tahun yang berasal dari Kabupaten Pesawaran. Sedangkan, pasien nomor 44 merupakan warga Waykanan dengan inisial JM, berusia 65 tahun.

“Keduanya memang merupakan orang tanpa gejala tapi terkonfirmasi positif covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana, Selasa (28-4-2020).

Reihana menjelaskan pasien nomor 43 pernah melakukan perjalanan ke luar negeri. Pada 17 April 2019, S pergi ke Malaysia dan Thailand selama empat bulan untuk melakukan dakwah bersama jemaah dari Bandarlampung.

“Pada tanggal 18 Maret, pukul 17.00 WIB S pulang ke rumah. Selama di rumah Tuan S kondisinya sehat,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Kemudian pada 16 April, S dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif atau positif. S pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pesawaran.

“Sebagai OTG, S menjalani observasi dan isolasi mandiri di RSUD Pesawaran serta sudah dilakukan pengambilan sample swab,” terangnya.

Dia menjelaskan pada 27 April hasil uji swab S ke luar, hasilnya pun terkonfirmasi positif Covid-19.

Selanjutnya, untuk pasien nomor 44 seorang laki-laki yang berasal dari Waykanan. JM pernah menghadiri Ijtima’ Dunia Zona Asia di Gowa Sulawesi Selatan.

“Pada 22 Maret, salah satu warga melapor ke bidan desa tentang kedatangan tuan JM sebagai pelaku perjalanan,” terangnya.

JM diberikan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta diminta melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Pada 16 April, JM dilakukan rapid test pertama oleh tim dari Dinas Kesehatan Waykanan, hasilnya non-reaktif atau negatif.

“Tanggal 22 April dilakukan kembali rapid test hasilnya reaktif atau positif. PAda 23 April langsung dilakukan pengambilan swab dan dikirim ke Dinkes Provinsi Lampung. Lalu kita kirimkan ke Palembang,” sebutnya.

Dia menjelaskan pada 27 April, hasil swab pun ke luar dan hasilnya JM dinyatakan positif terinfeksi covid-19 namun tanpa gejala.

“Tanggal 28 April, OTG menjalani isolasi mandiri di rumahnya dan dengan melakukan monitoring dengan menerapkan PHBS dan menjaga jarak,” jelasnya. (**)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *