89 views

Ayo Serius Putus Mata Rantai Covid-19

HARIANFOKUS.com – Masuknya Kota Bandar Lampung sebagai zona merah penyebaran Covid-19 disikapi serius jajaran forkopimda. Walikota Eva Dwiana mengajak semua warga untuk disiplin menjalankan prokes dan bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

Permintaan walikota disampaikan selepas memimpin rapat Satgas Covid-19, Selasa (6-7) petang, yang mengeluarkan 13 point kesepakatan.

Dalam pernyataan kesepakatan forkopimda Kota Bandar Lampung itu, diatur berbagai ketentuan kegiatan masyarakat seiring penetapan wilayah Ibukota Provinsi Lampung ini wajib menjalankan PPKM Mikro hingga 20 Juli mendatang.

Misalnya, untuk usaha kafe, karaoke, diskotik, pub, spa, panti pijat, billiard, lapo tuak, dan hiburan lainnya, harus menutup kegiatannya.

Sedangkan untuk jam operasional pusat perbelanjaan, pasar swalayan, toko modern, ditetapkan hingga pukul 17.00 WIB saja.

Sementara untuk kegiatan usaha berupa restoran dan pedagang pinggir jalan atau angkringan, dapat beraktivitas hingga pukul 20.00 WIB.

Untuk layanan makanan melalui pesan-antar atau dibawa pulang (drive thru) diizinkan 24 jam. Kegiatan pada area publik pun, ditutup untuk sementara waktu. Begitu juga aktivitas seni, budaya dan sosial kemasyarakatan, ditiadakan. Termasuk pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan- pertemuan yang dapat menimbulkan keramaian.

Bagaimana dengan perhotelan? Satgas Covid-19 Kota Bandar Lampung menetapkan, untuk hotel atau penginapan dan sejenisnya, tidak diizinkan menerima tamu dari luar kota sampai dengan tanggal 20 Juli mendatang.

Guna memutus mata rantai kian menyebarnya virus mematikan itu, juga disiapkan kembali lima posko penyekatan masuk kota ini, yaitu di Panjang, Lematang, Sukarame, Rajabasa, dan Kemiling. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *