52 views

Affan Titik Ridho

HARIANFOKUS.com – Penolakan mantan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo terhadap rancangan pembentukan BUMD sangat kontradiktif dengan sikap fraksi partainya (Partai Demokrat Lampung) di DPRD Lampung yang terkesan kalem dan mangut-mangut aja.

Tokoh muda Lampung Nizwar Affandi, menilai, perbedaan sikap antara Ridho dan Fraksi PD Lampung sebuah anomali.

“Setahu saya fraksi itu kepanjangan tangan partai. Sikap fraksi sepenuhnya merupakan refleksi dari sikap partai, kalau memang ternyata ada perbedaan sikap antara partai dengan fraksi, menurut saya itu anomali,” kata Affan, Jumat (10/9).

Menurut alumni Unila ini, ada dua indikasi yang muncul dari pernyataan gubernur yang dikalahkan Arinal ini. Yakni, Ridho mulai tidak didengar lagi atau pembangkangan oleh kader PD Lampung menyusul telah habis masa jabatan sebagai ketua partai berlambang bintang mercy ini atau PD Lampung ingin main dua kaki.

“Ada indikasi pembangkangan fraksi atau memang partainya main dua kaki,” ungkap Affan.

Affan juga menilai, PD di Lampung baik partai maupun fraksinya tidak berani secara tegas menempatkan diri mereka sebagai oposisi terhadap pemerintahan Arinal-Nunik.

“Jangankan itu, sekedar menjalankan check and balance pun masih ala kadarnya saja.Nyalinya jauh jika dibandingkan dengan sikap partai dan Fraksi Demokrat terhadap pemerintahan Jokowi,” tuturnya.

“Bisa jadi karena sumber daya yg di daerah tidak seberani dan seterampil kolega mereka yg di Jakarta. Makanya peran social control apalagi institutional control yang dijalankan masih terkesan tanggung dan sporadik. Tidak segarang dan sekonsisten sikap DPP dan Fraksi Demokrat terhadap pemerintahan Jokowi,” tandasnya.(win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *